Memahami Depth Of Field (Understanding Depth Of Field)

Depth Of Field adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan ruang tertentu yang terlihat relatif tajam dibandingkan bagian lainnya. Depth Of Field (selanjutnya disingkat DOF) berbeda-beda tergantung pada jenis kamera, aperture dan jarak fokus, serta jarak pandang dapat mempengaruhi persepsi kita akan DOF.

1

tut_DOF_textblur1

DOF dipengaruhi oleh tiga faktor antara lain: focal length, diameter aperture atau diafragma (f-number), dan Format Size atau lingkaran gamang (Circle of Confusion)

Focal Length

Berfungsi untuk menyamakan jarak gambar pada subjek yang jauh, untuk dapat fokus pada sesuatu yang yang jaraknya tak terhingga agar terlihat dekat. Focal Length membuat subjek yang berjarak jauh terlihat lebih dekat atau lebih besar. Berikut ini adalah formula yang digunakan:
formula
tree
424px-Full-frame_vs_APS-Cw
641px-Focals-from135-to28

Aperture

Fungsi utama lensa camera adalah mengumpulkan cahaya. Aperture pada lensa adalah diameter bukaan lensa dan biasanya di kendalikan oleh sebuah iris. Semakin besar bukaan sebuah lensa, semakin banyak cahaya yang akan diterima oleh sensor kamera. Aperture dinyatakan dengan f/#, misalnya f/2.8 atau F2.8. Semakin kecil angka aperture, semakin besar bukaan lensa.
bukaan_diafragma

Bukaan yang besar memungkin masuknya cahaya yang lebih banyak dan juga memungkinkan kita untuk menggunakan shutter speed yang tinggi (cepat). Shutter speed yang lebih cepat membuat gerakan menjadi freeze dan juga meniadakan getaran pada kamera sehingga gambar tidak menjadi blur. Selain itu juga dapat menghasilkan efek blur yang bagus pada background.

Sedangkan penggunaan bukaan yang kecil memungkinkan untuk menggunakan shutter yang lambat pada kondisi yang mempunyai cahaya terang.
asdfsaf

Circle Of Confusion

Circle of Confusion (CoC) atau Lingkaran Gamang digunakan untuk menentukan bagian gambar yang diinginkan untuk terlihat tajam. CoC bergantung pada 3 faktor: ketajaman visual, kondisi pandangan dan perbesaran gambar asli ke gambar final untuk dicetak.
tut_DOF_lensdiagram

Sumber:
Digital Phothography Tutorials
Wikipedia
http://www.photoxels.com

Advertisements

RAW VS JPEG

RAW bukan sebuah format file yang familiar untuk orang awam yang suka foto karena file RAW biasanya hanya ada pada kamera DSLR. Dan bahkan pengguna DSLR juga mungkin ada yang tidak tahu dengan format file RAW yang disediakan oleh kamera yang mereka gunakan.

jpeg-vs-raw-processor-diagram

File RAW biasanya hanya dapat dibuka dengan aplikasi-aplikasi tertentu. File ini mempunyai 12 bit per warna, kalau pada JPEG hanya 8 bit. File RAW pada dasarnya mempunyai ukuran atau size yang lebih besar dibandingkan dengan JPEG.

File RAW merupakan file yang tidak dikompres artinya kamera 8 megapixel akan menghasilkan file RAW berukuran 8 MB. Sedangkan untuk file JPEG,

kamera 8 megapixel akan menghasilkan file dengan ukuran atau size sekitar 1 sampai 3 MB. File ini juga menghasilkan detail yang lebih baik dibandingkan dengan file JPEG. File RAW dapat menghasilkan 4096 warna abu-abu dibandingkan format

file lain yang hanya dapat menghasilkan hanya 256 warna. File umumnya memiliki kontras dan ketajaman rendah. Dan file ini tidak dapat digunakan untuk dicetak langsung. Jadi sebelum digunakan, file RAW harus disimpan ke dalam format file lain seperti JPEG.

Jadi untuk dapat menggunakan file RAW untuk pencetakan, terlebih dahulu harus diproses dalam komputer dan menyimpan hasilnya dengan format seperti JPEG.

Mengambil foto dengan menggukan format RAW memang lebih membutuhkan waktu dikarenakan adanya proses untuk mengubah menjadi format yang umum digunakan seperti format JPEG. Dengan menggunakan format RAW, bagian seperti White Balance, Exposure, Contrast, Saturation, bahkan kalibrasi warna dapat dilakukan kembali setelah pengambilan gambar (dapat diedit kembali dikemudian hari).

00RyAy-102491584

Berikut ini adalah aplikasi yang dapat digunakan untuk file dengan format RAW:
Picasa (Free)
Adobe Photoshop CS atau CS2
ACDSee
Adobe Lightroom

– aplikasi yang disertakan ketika membeli kamera DSLR

Hal yang perlu diperhatikan dalam mengambil foto dengan format RAW adalah color space (Adobe 1998 vs sRGB). Color space yang lebih banyak digunakan pada printer inkjet, pigment dan lab adalah sRGB.

Jika ada yang mengatakan bahwa banyak fotografer profesional yang tidak mengambil foto dengan format RAW. Hal ini dapat dikarekan 2 alasan:
1.  Mereka mungkin tidak tahu menggunakan file RAW

2. Mereka tidak punya waktu untuk mengedit atau memproses terlebih dahulu dengan menggunakan komputer

Jadi untuk keputusan menggunakan format file RAW atau JPEG tetap berada ditangan yang menggunakan kamera. Gunakan format yang sesuai dengan kebutuhan. Jika untuk kebutuhan yang mendesak, seperti harus segera diberikan kepada klien maka sebaiknya gunakan JPEG. Tetapi jika masih ada tenggang waktu untuk melakukan pengeditan atau membutuhkan kualitas yang lebih baik, maka Anda dapat menggunakan format RAW.

C u on the next post ^^v

Waktu habis untuk ngantor? meeting? Capek di jalan?
Tidak punya modal? Hanya di d’BC Network,
Anda bisa mulai membangun bisnis dengan segala keterbatasan diatas!